Mengapa UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja tidak diamandemen ? Terjawab tuntas!


Tanggal 18-20 Februari 2014 yang lalu, saya berkesempatan mengikuti salah satu sertifikasi auditor SMK3 yang diselenggarakan di Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri Pasar Rebo, Jakarta . Kegiatan yang dihelat selama tiga hari tersebut diisi oleh instruktur dari PJK3 yakni Bapak Pungky Widyatmoko yang notabene adalah pensiunan dari Depnaker. Di hari pertama, sudah nampak jelas kapasitas beliau memang sangat mumpuni di bidangnya khususnya Keselamatan dan Kesehatan K3 dikarenakan beliau adalah salah satu pelaku sejarah atau ikut serta dalam tim perumus beberapa perundang-undangan K3 yang ada di Indonesia. Dari pertemuan singkat tersebut banyak sekali pertanyaan-pertanyaan praktisi ataupun akademisi K3 terjawab. Salah satu yang menarik adalah ketika salah satu peserta menanyakan alasan mengapa Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja tidak diamandemen karena ada pasal yang sudah tidak relevan lagi. Berikut ini saya cuplikkan pasal yang dimaksud.

 Pasal 15

 (1) Pelaksanaan ketentuan tersebut pada pasal-pasal di atas diatur lebih lanjut dengan peraturan perundangan.

(2) Peraturan perundangan tersebut pada ayat (1) dapat memberikan ancaman pidana atas pelanggaran peraturannya dengan hukuman kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah).

(3) Tindak pidana tersebut adalah pelanggaran.

Bila kita cermati bersama ada kejanggalan di poin nomer dua yakni denda kepada pelanggar peraturan yang hanya diganjar denda sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah). Kita pasti sepakat denda seratus ribu rupiah untuk sekarang ini adalah tergolong sangat kecil untuk kapasitas perusahaan. Bahkan uang seratus ribu rupiah bukan hal sulit lagi keluar dari dompet seorang pekerja. Timbul lah pertanyaan, semurah itukah penegakan hukum di Indonesia ? Pertanyaan itu dengan lugas beliau jawab bahwa UU No 1 TAHUN 1970 tentang Keselamatan Kerja tidak diamandemen karena secara filosofi tidak ada yang berubah di Undang-undang tersebut dan tidak ada yang harus diubah. Pasal 15 dalam implementasinya sudah dijabarkan sedemikian rupa oleh Mahkamah Agung yang secara periodik mengeluarkan surat edaran kepada hakim-hakim tentang denda pelanggar undang-undang. Jadi sudah dipastikan denda yang sekarang beda dengan denda di tahun 1970. Logikanya kondisi perekonomian di Indonesia yang labil tidak memaksa sebuah peraturan untuk mengikutinya terlebih lagi undang-undang. Hanya masalah interpretasi yang sering dipelintir akademisi atau praktisi untuk jadi bahan candaan di forum. Beruntunglah saya yang hadir di forum tersebut, setidaknya tercerahkan dengan banyaknya pertanyaan yang seakan-akan tidak akan pernah terjawab karena mungkin terputusnya jalur komunikasi dan informasi dari pihak perusahaan maupun Depnaker. (DKA)

Jadikan Semangat Berqurban untuk Kebaikan Negeri


Salah satu Harian Ibukota, Kompas, pagi ini memberitakan kondisi infrastruktur jalan di perbatasan Indonesia dan Timur Leste. Benar, kondisi yang jauh dari kata layak sebagai jalan Negara. Bagaimana tidak, untuk menuju dari satu tempat ke tempat lain terasa sulit. Perjalanan dari Oelamasi, ibukota Kabupaten Kupang menuju perbatasan Oecussi, Distrik Timor Leste yang berjarak 193 kilometer tidak serta merta dapat dilalui dengan nyaman. Dibeberapa titik kendaraan harus menyusuri sungai dengan batuan setinggi 30-70 cm. Jalan ini tidak lagi mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Terakhir diperbaiki sekitar 33 tahun yang lalu dan jelas tidak lagi meninggalkan bekas apapun termasuk aspal. Akibatnya, kegagalan Pemerintah dalam memberikan akses jalan yang memadai berimbas pada mahalnya bahan makanan pokok dan barang-barang lainnya dikarenakan sulitnya medan untuk dijangkau. Harga barang didaerah tersebut bisa naik dari 100-300% dari harga normal.  Infrastruktur jalan adalah elemen vital dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah, dan Bangsa ini masih perlu banyak perbaikan disektor tersebut.

Melihat gambaran kondisi diatas, mencerminkan bahwa negeri ini belum sanggup memberikan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, percayalah Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang masih kurang dimanapun itu. Sifat Husnudzon memang layak dikedepankan untuk memperbaiki negeri ini. Sifat ini dulu pernah diajarkan oleh Nabi Ibrahim as dalam menyikapi wahyu Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anak kandungnya sendiri, Nabi Ismail as, yang sangat dicintainya. Berbaik sangka kepada Stakeholder baik ditingkat pusat maupun daerah itu perlu karena akan membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu sifat ikhlas dan rela berkorban juga akan melengkapi kebaikan yang telah dibangun. Tampaknya, setiap individu akan dituntut peran sertanya dalam membangun negeri Indonesia.

Teringat salah satu pesan Abdullah Gymnastiar atau biasa dikenal dengan nama AA Gym dalam kesempatannya berdakwah pernah menuturkan kepada umat, ketika berbuat baik maka ingatlah 3M, yakni mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil dan mulai dari sekarang. Selamat merayakan Idul Adha bagi umat Muslim di seluruh dunia. Jadikan semangat berqurban terus ada dalam diri setiap individu untuk selalu berbuat lebih baik dari sebelumnya. (DKA)

Audit Internal, Sarana Instropeksi Diri untuk Perbaikan


Audit internal adalah salah satu upaya pemenuhan persyaratan dalam sistem yang diterapkan di PT. Conbloc Infratecno (PT. CI). Kegiatan ini dilaksanakan minimal setahun sekali dan wajib dilakukan untuk assesment awal sebelum dilakukan audit eksternal. Sedikit khusus, pelaksanaan audit ditahun ini karena semua auditor yang bekerja telah mendapatkan lisensi dari IRCA (The International Register of Certificated Auditors) sehingga tidak diragukan lagi, hasil dari audit benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Penunjukan auditor sendiri dilakukan oleh Management Representative (MR) PT. Conbloc Infratecno, Bapak Nanang Prabowo melalui SK MR No. 01/MR/HO-CI/IX/2013. Di lingkungan kerja Head Office (HO) PT. Conbloc Infratecno terdapat 9 departemen yang diaudit antara lain, Dept. HRD, Dept. Marketing, Dept. GA, Dept. IT, Dept. FAT, Dept. Procurement, Dept. PPC, Dept. Equipment/AMU, Dept. QHSE dan lingkungan proyek ada satu proyek yang dijadikan pilot project yakni proyek Bandar Lampung Bypass (BLB). Telah menjadi sebuah kegiatan rutin dilingkungan kerja PT. CI bahwa kegiatan audit ini banyak memberi manfaat, selain sebagai alarm awal untuk kegiatan audit eksternal, juga memberikan semacam pompa semangat ke setiap karyawan untuk memperbaiki kinerja setiap tahunnya. Termasuk jajaran BOD (Board of Director) yang memberikan pesan saat acara pembukaan audit internal bahwa pelaksanaan sistem seperti bekerja sesuai prosedur harus menjadi habit bagi setiap karyawan. Dan harapan BOD kepada auditor agar pelaksanaan audit tahun ini berjalan fair dan tidak ada yang ditutup-tutupi walaupun auditor berasal dari karyawan PT. CI.

Sebelum pelaksanaan audit, panitia audit sebelumnya telah mengumpulkan beberapa orang untuk merencanakan pelaksanakan audit melalui rapat atau meeting pre audit. Rapat ini membahas pelaksanaan teknis audit baik di HO maupun di proyek, menyusun daftar pertanyaan yang terintegrasi. Pelaksanaan audit dibagi menjadi dua tahap yakni audit internal HO dan audit internal proyek. Untuk audit HO, dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 24-25 September 2013 dan audit proyek dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 1-2 Oktober 2013. Auditor yang bekerja dalam audit ini antara lain Bapak Stephanus Hikmat (Lead Auditor), Bapak Muhammad Deny, Bapak Muhammad Gilang D.P. dan Bapak Danang Kurniawan Anggoro. Pembagian tugas kepada auditor juga dihindarkan dari latar belakang departemen masing-masing agar tidak mengaudit di departemennya sendiri. Adapun aspek yang diaudit meliputi ISO 9001 tentang mutu produk, ISO 14001 tentang lingkungan dan OHSAS 18001 tentang K3. Kesemua aspek ini masuk dalam daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya yang merupakan hasil kombinasi atau matrik dari semua klausul yang ada di ketiga sistem tersebut. (DKA)

Refleksi 130 Tahun Meletusnya Krakatau


Tepat 130 yang lalu, sebuah peristiwa besar menguncang dunia. Peristiwa yang kemudian menjadi catatan sejarah penting sampai saat ini. Bahkan konon katanya untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, masyarakat yang mendiami Gunung Anak Krakatau (gunung dari bentukan akibat letusan) setiap tanggal 27 Agustus menyalakan sirine menandakan bahwa dahulu tempat yang mereka diami saat ini dulunya porak poranda, mencekam dan beberapa memprediksi saat itu dunia akan kiamat. Tak pernah disangka, beberapa waktu yang lalu kami mencoba mengenali salah satu keindahan alam Indonesia yakni Gunung Anak Krakatau dan memang saat itu tidak pernah terbersit dibenak kami seberapa dashyat letusan pada saat itu. Baru menyadari setelah kembali dari sana, kami mencoba mencari informasi mengenai sejarah tersebut dan tercengang ketika membacanya.

Sejarah perkembangan ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga tidak bisa lepas dari sebuah teori yang kebetulan memakai perumpamaan alam yakni Gunung. Yah benar, Iceberg Theory, yang biasa kita kenal dengan teori gunung es. Secara singkat teori gunung es menggambarkan bahwa suatu kasus memiliki prevalensi lebih besar dari apa yang terlihat secara kasat mata. Kita bisa contohkan angka kasus HIV/AIDS di Indonesia yang tercatat meningkat setiap tahunnya. Angka ini oleh sebagian orang dianggap sebagai sebuah kemunduran moral bangsa dan bidang kesehatan di Indonesia. Tapi justru sebagian orang menganggap angka ini justru sebuah pencapaian yang baik karena semakin banyak angka yang diperoleh artinya tenaga kesehatan, LSM dan organisasi lain yang peduli terhadap HIV/AIDS berhasil mengidentifikasi jumlah penderita sehingga dapat menekan penyebaran/penularan karena dari angka tersebut akan dilakukan tindakan preventif dan kuratif yang tepat.

Sama halnya dengan jumlah kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Hampir sebagian besar perusahaan di Indonesia berlomba-lomba menutupi setiap kecelakaan kerja yang menimpa pekerjanya . Hal ini tak ubahnya untuk menjaga image perusahaan di dunia bisnis sekarang ini. Sebenarnya apa yang terjadi dikebanyakan proses produksi bisa ditekan sejauh mana sistem yang berkembang di perusahaan tersebut.  Kita bisa contohkan sebuah perusahaan Oil and Gas di daerah Dumai Provinsi Riau dimana berani menerapkan sistem K3 yang tegas dan tanpa pandang bulu, berlaku sama untuk semua level jabatan. Seperti yang dituturkan oleh dr.  Adang Bachtiar, MPH, DSc dalam sebuah seminar keilmuan di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), dalam kesempatannya memberikan paparan keilmuan di perusahaan tersebut beberapa waktu yang lalu. Beliau menuturkan, saat dijemput di bandara oleh salah satu mantan anak didiknya di UI (seorang istri salah satu karyawan perusahaan tersebut) mendapati betapa kagetnya beliau dengan cara mengemudi anak didiknya yang kebut-kebutan di jalan. Beliau memperkirakan si anak didiknya memacu mobil dengan kecepatan antara 80-100 km/jam. Ketika akan memasuki kawasan perusahaan tersebut, betapa herannya beliau saat mengetahui wanita tersebut menurunkan kecepatannya hanya dengan 20 km/jam. Karena penasaran beliau bertanya kepada wanita tersebut mengapa beda sekali apa yang dilakukan saat perjalanan dari Bandara dengan pada waktu akan memasuki kawasan perusahaan tersebut. Wanita itu menjawab bahwa sudah menjadi kewajiban setiap driver manapun atau siapapun harus memacu kendaraannya maksimal 20 km/jam. Dan diberlakukan sanksi apabila ada yang melanggar karena disetiap sudut tempat di kawasan tersebut dipasangi kamera pengintai (CCTV) dan hebatnya sanksi yang diberikan yaitu akan mengurangi poin kinerja yang dikumpulkan suaminya yang bekerja disitu untuk kenaikan jabatan dan gaji. Luar biasa! Kesalahan yang dilakukan orang lain akan berpengaruh langsung kepada orang yang bekerja di lingkup perusahaan, entah itu teman, saudara, ataupun keluarga si pekerja yang masuk ke kawasan tersebut.

Letusan Gunung Krakatau memberikan sebuah pengalaman yang baik untuk rakyat Indonesia bahwa keberanian untuk bangkit dari setiap peristiwa yang memporak-porandakan. Sekarang berkunjunglah ke Gunung Anak Krakatau, maka Anda akan melihat betapa indahnya alam yang berbeda 180 derajat dari kondisi 130 tahun yang lalu. Keberanian ini juga bisa menjadi modal untuk kita memperbaiki sistem di perusahaan masing-masing. Perlu waktu memang, namun bukan berarti kita hanya akan berdiam diri. Selamat kembali bekerja! (DKA)

68 Tahun Merdeka Negaraku, (Semoga) Jaya Negeriku!


Angka 68 sebentar lagi akan menghiasi sudut kota dengan diiringi banyaknya pemberitaan dari media massa. Bendera-bendera akan sibuk berkibar mengikuti arah angin. Setiap gang-gang ramai terpasang ornamen-ornamen unik. Benar, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tepat di tanggal 17 Agustus 2013 akan merayakan kemerdekaannya yang ke-68. Angka ini jika diibaratkan umur seorang manusia tentunya tidaklah muda lagi. Akan terlihat sesosok manusia yang sudah beruban dengan kerut wajah yang jelas. Cara jalannya pun tidak lagi tegap, butuh kekuatan ekstra untuk menopang beban tubuh yang kian renta. Kita pasti berharap Bangsa ini tidak seperti perumpamaan diatas. Namun, seperti yang terlihat, masih banyak sekali pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Bangsa ini, ingat, Bangsa yang dimaksud disini bukan hanya Pemerintah dan jajaran birokrasi dibawahnya namun juga seluruh masyarakat yang didompetnya terdapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) tertulis Warga Negara Indonesia. Sudah terlalu banyak masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia sampai dengan tulisan ini dibuat, sampai bingung memulai cerita dari mana.

Teringat sebuah buku yang pernah terbit ekslusif dan terbatas dengan judul, “ Soekarno, Pentjambung Lidah Raktjat” sebuah buku biografi satu-satunya Mantan Presiden Soekarno menuturkan sejarah hidupnya serta sejarah Bangsa ini secara langsung kepada seorang wartawati asal luar negeri kala itu. Mengapa justru seorang wartawati luar negeri? Kenapa bukan ajudan, para menteri atau jurnalis senior saat itu? Yah, beliau memang hanya mau diwawancarai oleh wanita tersebut karena kecantikannya yang memang telah memikatnya. Sebuah buku yang hanya bisa Anda temukan di Perpustakaan tua salah satunya di Museum Radyapustaka, Surakarta, Solo Jawa Tengah. Dibuku itu, beliau menceritakan secara detail, bagaimana kehidupan rumah tangganya, profesinya, penghasilannya, yang bahkan pada masa sulit-sulitnya saat itu, untuk menjamu secangkir teh kepada tamu yang datang, beliau tak ada uang sepeserpun, beruntunglah lewat seorang pencari berita kebetulan lewat didepan rumahnya, lalu beliau memanggil orang tersebut dan berkata ,” Maukah aku tuliskan sebuah berita namun engkau harus membayarnya dengan 30 rupiah?”. Orang itu menjawab,” Aku tidak ada uang sebanyak itu”. Sementara orang itu hendak pergi, beliau memanggilnya lagi sembari menurunkan harga,” Bagaimana jika 15 rupiah?”. Orang itu malah mempercepat langkahnya semakin jauh, lalu sampailah teriakan terakhir,” Bagaimana jika engkau ganti dengan secangkir teh dan sedikit peuyeum (tape) untuk tamuku ini?” Barulah orang tersebut berbalik badan dan menyetujui tawaran tersebut. Lima belas  menit berselang, jadilah berita tersebut dan tersajilah teh dan peuyeum diatas meja . Tak sulit bagi Beliau untuk menuliskan berita karena di kepala beliau memang penuh dengan pemikiran atas permasalahan di negeri ini. Beliau juga menjawab kontroversi yang berkembang dan bahkan menjadi sejarah sampai saat ini yaitu pengangkatan dirinya menjadi Presiden Republik Indonesia Seumur Hidup. Pemilihan Umum (Pemilu) yang seharusnya diadakan, malah justru ditiadakan. Pro dan kontra berkembang saat itu. Atas berbagai masukan, memang pada akhirnya, ir. Soekarno menjadi Presiden periode 1945 – 1966. Kalaupun Pemilu tetap dilangsungkan, memang siapa sosok yang akan menjadi pesaing ir. Soekarno yang notabene mampu menyatukan berbagai suku dan etnis di Indonesia? Logis memang. Demikian sedikit cerita yang jarang ada di biografi “ala Soekarno” lainnya.

Besok, negeri ini akan bersorak gembira dan dengan lantang rakyat akan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dimasing-masing tempat tinggalnya. Bangga? Pasti. Masih banyak hal baik yang bisa kita persembahkan untuk negeri ini. Tak perlu mengangkat senjata, belepotan darah bahkan menebusnya dengan nyawa kita. Tapi cukuplah dengan selalu mengingat sejarah (sejarah meninggalkan ilmu), menjaga apa yang telah dibangun, dan mempersiapkan diri untuk membangun negeri ini lebih baik dari berbagai bidang keilmuan dengan tentunya sembari memperbaiki akhlak budi pekerti. Selamat Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-68. Merdeka! Merdeka! Merdeka! (DKA).

Cermati Fisik dan Lingkungan Sekitar Anda Pasca Lebaran


Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri menjadi momen istimewa yang baru saja kita lewati bersama, arus balik mudik pun sudah terlihat dibeberapa pusat keramaian seperti Terminal, Stasiun dan Bandara. Namun kondisi Jakarta pada hari ini terlihat masih dalam kondisi lengang. Hal ini disebabkan sebagian pemudik belum beranjak dari kampung halamannya masing-masing dan diprediksi akan mencapai puncak arus balik pada tanggal 16 dan 17 Agustus 2013. Berada di kampung halaman, membuat sebagian besar orang lupa untuk memperhatikan asupan makanan yang dicerna oleh tubuh, terlebih lagi selama bulan Ramadhan terbiasa dengan makanan yang manis dan momen Idul Fitri yang khas dengan berbagai masakan olahan daging dan santan. Tak pelak, biasanya terjadi kenaikan berat badan yang variatif. Kondisi ini harus kita cermati bersama karena akan menghadapi rutinitas pekerjaan pasca lebaran. Kondisi tubuh yang kurang optimal mengganggu kinerja di kantor dan bahkan akan menyebabkan seseorang jatuh sakit. Alasan inilah yang terkadang menjadi trending topik dibeberapa perkantoran negeri maupun swasta di Jakarta karena dianggap cukup logis.

Kesehatan juga merupakan investasi. Yah, karena untuk sakit, seseorang perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk itu mencermati kondisi fisik perlu dilakukan pasca lebaran. Adapun beberapa hal yang biasa dilakukan tentunya mengecek kondisi berat badan. Itu adalah hal paling sederhana dan mudah dilakukan karena hanya membutuhkan timbangan berat badan. Indikator naiknya berat badan perlu diwaspadai dan perlu mempersiapkan treatment untuk mencapai berat badan ideal kembali. Ada baiknya, Anda konsultasi dengan dokter atau mengunjungi laboratorium medis swasta untuk mengecek gula darah, kolesterol dan lainnya untuk memastikan kondisi yang sebenarnya melalui serangkaian tes medis. Memang memerlukan biaya, namun sekali lagi akan lebih mahal jika Anda harus jatuh sakit dan berobat.

Setelah kembali dari kampung halaman, perhatian kita mau tidak mau juga harus tertuju ke tempat penampungan sampah entah itu keranjang sampah ataupun tong sampah di dalam rumah. Kenapa? Yah, bagi yang berada di lingkungan perumahan, petugas kebersihan atau pengangkut sampah pun harus absen beberapa hari untuk menikmati lebaran di kota masing-masing. Kondisi rumah pun penuh dengan sampah dan belum terangkat dari tempatnya. Bau dan lalat tidak bisa dihindari, apalagi dengan kemungkinan efektif bekerja pada Senin, 19 Agustus 2013. Kita perlu ketahui bersama, lalat merupakan salah satu vektor pembawa penyakit. Habitatnya di tempat sampah serta kemampuan terbang efektif 450-900 meter mampu menjangkau habitat manusia khususnya tempat makanan di dapur ataupun meja makan. Bakteri yang dibawa pun beragam dan dapat mengakibatkan sakit khususnya penyakit diare dan disentri terlebih kondisi fisik kita belum optimal atau kelelahan akibat perjalanan mudik. Perlunya menjaga kebersihan makanan dan kondisi fisik agar tetap prima menjadi salah satu langkah preventif yang nyata untuk dilakukan. Selain itu, karena ditinggal mudik untuk waktu yang cukup lama, tak ada salahnya menguras kembali beberapa penampungan air yang ada di rumah. Penampungan air seperti bak mandi, akuarium dan tandon air berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk. Maka tak heran, beberapa sudut rumah Anda ditemukan banyak sekali nyamuk beterbangan. Nyamuk seperti yang kita ketahui, juga salah satu vektor pembawa penyakit khususnya demam berdarah. Rumah yang tidak berpenghuni menjadi tempat yang ideal bagi berkembang biaknya nyamuk. Kebersihan lingkungan sekitar mempengaruhi pola hidup kita ke depannya, oleh karena itu sangat penting memperhatikan hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian kita. Akan lebih baik, jika disebuah kawasan perumahan mengadakan kerjabakti untuk memastikan kondisi lingkungan kita kembali bersih seperti semula. Selamat kembali beraktivitas dan salam K3! (DKA).

Mudik Kampung Halaman yang Selamat, Sehat dan Aman


kartu

Mudik menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan masyarakat Indonesia dimana pulang ke kampung halaman selalu dinantikan oleh semua orang. Keinginan bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara serta menghilangkan kepenatan selama menjalani rutinitas pekerjaan selalu manjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong melakukan perjalanan hingga ratusan kilometer hanya untuk singgah sejenak di tempat dimana mereka lahir dan berkembang menjadi manusia yang seutuhnya sampai saat ini. Parlindungan Marpaung, salah seorang motivator di sebuah perusahaan BUMN, dalam salah satu bukunya pernah menjelaskan bahwa mudik membawa masyarakat kembali sejenak ke masa kecil atau masa lalu yang penuh dengan memori yang tidak terlupakan baik memori manis maupun pahit walaupun harus dilalui dengan penuh usaha yang keras. Tak pelak setiap tahunnya, Dinas Perhubungan dan Institusi/Lembaga Negara yang berkaitan langsung dengan transportasi pun ikut disibukkan dengan persiapan mudik yang memerlukan sumber daya yang tidak sedikit. Setiap pengusaha pun juga disibukkan dengan perhitungan THR semua karyawannya yang disetiap daerah pasti muncul polemik tersendiri. Hiruk pikuk Idul Fitri atau yang biasa kita kenal sebagai Lebaran menjadi santapan lezat para jurnalis baik dari media cetak maupun elektronik untuk disampaikan setiap hari ke masyarakat luas.

Perjalanan mudik yang memerlukan waktu, tenaga, biaya serta pikiran harus benar-benar disiapkan jauh hari agar apa yang kita rencanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun diawal. Terkadang hal-hal kecil luput dari perhatian kita. Salah satunya bagaimana mudik dengan Selamat, Sehat dan Aman. Faktor keselamatan menjadi kebutuhan utama dalam melakukan perjalanan ke kampung halaman.  Keselamatan direncanakan dari mulai kapan kita mudik, melalui jalur apa, dengan siapa dan barang apa saja yang dibawa. Tentunya mudik ditanggal-tanggal yang masih jauh sebelum Hari H pelaksanaan Lebaran akan memperbesar prosentasi keselamatan kita dijalan karena arus mobilisasi manusia belum sepadat menjelang hari H Lebaran. Namun terkadang bagi pekerja kantoran harus memperhatikan libur bersama yang ditetapkan oleh perusahaan. Kemudian memilih jalur apa yang kita inginkan juga menjadi perhatian sendiri karena memilih moda transportasi yang cocok biasanya sebanding dengan harga maupun risiko perjalanan. Di Indonesia,  jalur darat biasanya dipilih karena harganya yang murah dan cocok bagi pemudik lintas provinsi namun masih dalam satu pulau. Jalur laut dan udara dipilih bagi para pemudik yang mengharuskan mereka melakukan perjalanan antar pulau atau bahkan lintas negara, namun dengan ongkos yang lebih mahal. Kepadatan kendaraan angkut disemua jalur mengharuskan kita untuk selalu waspada serta menjaga kondisi fisik pada saat perjalanan. Selanjutnya dengan siapa saja kita mudik akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan baik itu untuk tiket perjalanan maupun persiapan logistik selama perjalanan. Dan tak kalah penting yang perlu diperhatikan adalah barang apa saja yang kita bawa mudik. Sebaiknya barang yang kita bawa adalah barang yang kemudian tidak kita bawa kembali ke kota perantauan terkecuali pakaian namun tentunya dengan kuantitas yang wajar.

Faktor kesehatan selama mudik perlu diperhatikan dari makanan apa yang kita makan sebelum mudik ataupun saat mudik. Salah satunya mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolestrol karena akan mempengaruhi daya tahan tubuh selama perjalanan. Perlu juga memperhatikan aspek kebersihan baik itu individu maupun kecermatan dalam memilih tempat makan selama perjalanan. Pemilihan makanan yang buruk bisa mengakibatkan kondisi kita menurun dan berakhir dengan perawatan medis. Tentunya hal ini kita tidak inginkan bersama dimomen yang berharga itu. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan, dimana aman diperoleh dari sejauh apa kita mempersiapkan kondisi tempat tinggal kita selama ditinggal mudik terjamin/ aman dari tindakan kriminalitas. Perhatikan segala aspek kelistrikan, gas elpiji serta kondisi kelayakan kunci/pintu rumah. Libatkan warga sekitar untuk membantu mengawasi segala aktivitas disekitar rumah kita selama kita mudik. Selamat mudik dan jangan lupa berdoa…! Taqoballahu Minna Wa Minkum untuk seluruh umat muslim di dunia. (DKA)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.