• Messenger 1

  • Messenger 2

  • Go to website ‘CI’

  • KONTAK KAMI

  • Mei 2012
    S S R K J S M
    « Apr   Jun »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Link Kami

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya

Ergonomi


Ergonomi berasal dari bahasa latin; ergon (kerja) dan nomoi (hukum alam). Secara sederhana ergonomi berarti ilmu yang mempelajari bagamana pekerjaan seharusnya dilakukan agar sesuai dengan kondisi alamiah manusia. Ergonomi jelas penting untuk dipertimbangkan dalam merancang setiap pekerjaan. Pekerjaan yang dirancang dengan mempertimbangkan faktor ergonomi dapat menghindari terjadinya cepat lelah dan cedera otot, yang akhirnya meningkatkan produktifitas pekerja.

Hal mendasar dalam ergonomi

Hal mendasar dalam ergonomi adalah mengupayakan agar sikap badan selalu dalam posisi atau mudah kembali dalam posisi netral. Yang dimaksud posisi netral adalah posisi dimana otot dalam posisi yang cenderung relax.

Sikap netral dasar:

Kepala tegak dan menghadap ke depan.
Punggung dalam posisi tegak
Lengan atas terjuntai dengan siku mendekat samping badan dengan nyaman.
Lengan bawah paralel dengan lantai
Tangan membentuk satu garis lurus dengan lengan bawah
Kaki terbuka selebar bahu bila bekerja sambil berdiri
Paha sejajar lantai, lutut membentuk 90 derajat dan kaki menapak lantai bila bekerja sambil duduk.

Bekerja sambil berdiri:

  • Bekerja sambil berdiri dalam waktu beberapa jam, walaupun dalam poisisi yang baik tetap akan menimbulkan kelelahan lebih cepat daripada duduk. Pada lantai yang keras, berjalan sama dengan memukul palu di telapak kaki di setiap langkah. Beberapa hal yang dapat mengurangi kelelahan dan menjaga agar pekerja dalam kondisi yang baik pada saat bekerja sambil berdiri dalam waktu yang lama:
  • Pemakaian sepatu yang baik: Sepatu yang baik adalah sepatu yang pas dengan gesekan minimal dan sol yang baik.
    Menggunakan anti fatigue mat: Anti fatigue mat bisa karpet, karet, kayu atau bentuk lain yang dapat memberikan sedikit elastisitas pada lantai. Perlu diperhatikan bahwa pemasangan anti fatique mat dapat menimbulkan bahaya baru seperti tersandung bila tidak dipasang dengan baik. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah anti fatique mat berbeda dengan anti slip mat. Anti slip mat membuat sepatu selalu berhati dengan tiba tiba saat melangkah dan menyebabkan gesekan lebih besar antara kaki dan sepatu yang dapat menimbulkan masalah baru.
  • Perancangan kerja yang memungkinkan pekerja dapat merubah posisi berdirinya dengan bebas.

Bekerja dengan komputer:

Bekerja dengan komputer harus dirancang sesuai dengan 7 sikap netral dasar diatas:

  • Tinggi keyboard dan kursi, dan lengan kursi diatur agar siku dapat membentuk kurang lebih 90 derajat dengan lengan pekerja didukung oleh lengan kursi.
  • Paha sejajar dengan lantai.
  • Telapak kaki menyentui lantai dengan nyaman. Bila diperlukan, footrest disediakan sulit untuk mengatur ketinggian meja.
  • Sandaran kursi harus memungkinkan agar badan dalam posisi yang tegak.
  • Tinggi monitor diatur agar kepala tetap tegak.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam bekerja dengan komputer:

  • Jarak monitor dengan mata kurang lebih sama dengan jarak jangkauan tangan.
  • Tidak ada lampu yang langsung mengarah mata atau terpantul ke mata lewat layar monitor.

 

 

Ergonomi dalam sistem manajemen keselamatan kerja:

Dalam standar OHSAS-18001, salah satu persyaratan adalah organisasi harus mengidentifikasi bahaya, menilai resiko dari bahaya dan menerapkan kontrol yang diperlukan. Secara umum, bahaya terkait dengan ergonomi adalah sikap kerja. Akibat yang mungkin muncul adalah gangguan muscoskeletal (musculoskeletal disorders – MSDs) yang mencakup gangguan pada otot, sendi, tendon, ligamen dan saraf). Besarnya resiko bahaya tentu harus memperhatikan berapa sering pekerjaan dilakukan dan tingkat keparahan dari muscoloskeletal disorders.

Cara Angkat-Angkut yang baik :

Set Up Your Workstation:

Iklan

Training K3 Kontruksi Tingkat Dasar


Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PT. Conbloc Infratecno sudah diwajibkan bagi setiap karyawan baru. Penyelenggara pelatihan K3 ini dilakukan oleh Departemen Q-HSE sebagai penanggungjawab terlaksananya program-program K3.

Pelatihan K3 ini dilakukan selama 6 hari kerja dengan materi-materi sebagai berikut :

1. Undang-undang & Peraturan Pemerintah

2. K3 Pekerjaan Konstruksi

3. Pengetahuan Dasar K3

4. APD (Alat Pelindung Diri) dan Safety Sign

5. Manajemen & Administrasi K3

6. Manajemen Lingkungan

7. K3 Peralatan Konstruksi

8. Higiene Perusahaan dan Proyek

9. Kesiagaan dan Sistem Tanggap Darurat

10. Sistem Pemadam Kebakaran

11. First Aid at Work Place (P3K)

12. Pengetahuan Inspeksi K3

13. Pengetahuan Dasar Manajemen Audit

14. Sistem Pelaporan K3

15. Evaluasi Akhir

16. Seminar Presentasi Program K3

Tujuan dari pelatihan ini agar setiap karyawan dapat mengetahui dan memahami bahwa keselamatan dan kesehatan kerja untuk :

1. Memberikan perlindungan dan rasa aman ketika bekerja sehingga tercapai tingkat produktifiatas

2. Memberikan perlindungan terhadap setiap orang yang berada di tempat kerja sehingga terjamin keselamatannya akibat dari proses pekerjaan pada kegiatan konstruksi

3. Memberikan perlindungan terhadap segala sumber produksi yaitu sesama pekerja, bahan, mesin / instalasi dan peralatannya sehingga dapat digunakan secara efisien dan terhindar dari kerusakan.

Dalam pelatihan ini tidak hanya teori tetapi ada praktikum penggunaan APAR, penggunaan APD dan pengerjaan soal-soal pelatihan tiap modulnya.

Peserta Pelatihan (dari Kiri ke Kanan Foto di atas) :

1. Dicky Aswar Rangkuti

2. Hafiedh Adi Nugroho

3. Rodo Rizki Siregar

4. Danu Negaran

5. Utari Sriwijaya Minaka

6. Rona Jonara Lubis

7. Junius Martin Tambunan

8. Zeri Anca Pradana

9. Masagus Corry T.P