Mudik Kampung Halaman yang Selamat, Sehat dan Aman


kartu

Mudik menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan masyarakat Indonesia dimana pulang ke kampung halaman selalu dinantikan oleh semua orang. Keinginan bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara serta menghilangkan kepenatan selama menjalani rutinitas pekerjaan selalu manjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong melakukan perjalanan hingga ratusan kilometer hanya untuk singgah sejenak di tempat dimana mereka lahir dan berkembang menjadi manusia yang seutuhnya sampai saat ini. Parlindungan Marpaung, salah seorang motivator di sebuah perusahaan BUMN, dalam salah satu bukunya pernah menjelaskan bahwa mudik membawa masyarakat kembali sejenak ke masa kecil atau masa lalu yang penuh dengan memori yang tidak terlupakan baik memori manis maupun pahit walaupun harus dilalui dengan penuh usaha yang keras. Tak pelak setiap tahunnya, Dinas Perhubungan dan Institusi/Lembaga Negara yang berkaitan langsung dengan transportasi pun ikut disibukkan dengan persiapan mudik yang memerlukan sumber daya yang tidak sedikit. Setiap pengusaha pun juga disibukkan dengan perhitungan THR semua karyawannya yang disetiap daerah pasti muncul polemik tersendiri. Hiruk pikuk Idul Fitri atau yang biasa kita kenal sebagai Lebaran menjadi santapan lezat para jurnalis baik dari media cetak maupun elektronik untuk disampaikan setiap hari ke masyarakat luas.

Perjalanan mudik yang memerlukan waktu, tenaga, biaya serta pikiran harus benar-benar disiapkan jauh hari agar apa yang kita rencanakan sesuai dengan jadwal yang telah disusun diawal. Terkadang hal-hal kecil luput dari perhatian kita. Salah satunya bagaimana mudik dengan Selamat, Sehat dan Aman. Faktor keselamatan menjadi kebutuhan utama dalam melakukan perjalanan ke kampung halaman.  Keselamatan direncanakan dari mulai kapan kita mudik, melalui jalur apa, dengan siapa dan barang apa saja yang dibawa. Tentunya mudik ditanggal-tanggal yang masih jauh sebelum Hari H pelaksanaan Lebaran akan memperbesar prosentasi keselamatan kita dijalan karena arus mobilisasi manusia belum sepadat menjelang hari H Lebaran. Namun terkadang bagi pekerja kantoran harus memperhatikan libur bersama yang ditetapkan oleh perusahaan. Kemudian memilih jalur apa yang kita inginkan juga menjadi perhatian sendiri karena memilih moda transportasi yang cocok biasanya sebanding dengan harga maupun risiko perjalanan. Di Indonesia,  jalur darat biasanya dipilih karena harganya yang murah dan cocok bagi pemudik lintas provinsi namun masih dalam satu pulau. Jalur laut dan udara dipilih bagi para pemudik yang mengharuskan mereka melakukan perjalanan antar pulau atau bahkan lintas negara, namun dengan ongkos yang lebih mahal. Kepadatan kendaraan angkut disemua jalur mengharuskan kita untuk selalu waspada serta menjaga kondisi fisik pada saat perjalanan. Selanjutnya dengan siapa saja kita mudik akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan baik itu untuk tiket perjalanan maupun persiapan logistik selama perjalanan. Dan tak kalah penting yang perlu diperhatikan adalah barang apa saja yang kita bawa mudik. Sebaiknya barang yang kita bawa adalah barang yang kemudian tidak kita bawa kembali ke kota perantauan terkecuali pakaian namun tentunya dengan kuantitas yang wajar.

Faktor kesehatan selama mudik perlu diperhatikan dari makanan apa yang kita makan sebelum mudik ataupun saat mudik. Salah satunya mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kolestrol karena akan mempengaruhi daya tahan tubuh selama perjalanan. Perlu juga memperhatikan aspek kebersihan baik itu individu maupun kecermatan dalam memilih tempat makan selama perjalanan. Pemilihan makanan yang buruk bisa mengakibatkan kondisi kita menurun dan berakhir dengan perawatan medis. Tentunya hal ini kita tidak inginkan bersama dimomen yang berharga itu. Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah faktor keamanan, dimana aman diperoleh dari sejauh apa kita mempersiapkan kondisi tempat tinggal kita selama ditinggal mudik terjamin/ aman dari tindakan kriminalitas. Perhatikan segala aspek kelistrikan, gas elpiji serta kondisi kelayakan kunci/pintu rumah. Libatkan warga sekitar untuk membantu mengawasi segala aktivitas disekitar rumah kita selama kita mudik. Selamat mudik dan jangan lupa berdoa…! Taqoballahu Minna Wa Minkum untuk seluruh umat muslim di dunia. (DKA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: