Jadikan Semangat Berqurban untuk Kebaikan Negeri


Salah satu Harian Ibukota, Kompas, pagi ini memberitakan kondisi infrastruktur jalan di perbatasan Indonesia dan Timur Leste. Benar, kondisi yang jauh dari kata layak sebagai jalan Negara. Bagaimana tidak, untuk menuju dari satu tempat ke tempat lain terasa sulit. Perjalanan dari Oelamasi, ibukota Kabupaten Kupang menuju perbatasan Oecussi, Distrik Timor Leste yang berjarak 193 kilometer tidak serta merta dapat dilalui dengan nyaman. Dibeberapa titik kendaraan harus menyusuri sungai dengan batuan setinggi 30-70 cm. Jalan ini tidak lagi mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Terakhir diperbaiki sekitar 33 tahun yang lalu dan jelas tidak lagi meninggalkan bekas apapun termasuk aspal. Akibatnya, kegagalan Pemerintah dalam memberikan akses jalan yang memadai berimbas pada mahalnya bahan makanan pokok dan barang-barang lainnya dikarenakan sulitnya medan untuk dijangkau. Harga barang didaerah tersebut bisa naik dari 100-300% dari harga normal.  Infrastruktur jalan adalah elemen vital dalam pertumbuhan ekonomi suatu daerah, dan Bangsa ini masih perlu banyak perbaikan disektor tersebut.

Melihat gambaran kondisi diatas, mencerminkan bahwa negeri ini belum sanggup memberikan pemerataan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, percayalah Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang masih kurang dimanapun itu. Sifat Husnudzon memang layak dikedepankan untuk memperbaiki negeri ini. Sifat ini dulu pernah diajarkan oleh Nabi Ibrahim as dalam menyikapi wahyu Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih anak kandungnya sendiri, Nabi Ismail as, yang sangat dicintainya. Berbaik sangka kepada Stakeholder baik ditingkat pusat maupun daerah itu perlu karena akan membangun kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu sifat ikhlas dan rela berkorban juga akan melengkapi kebaikan yang telah dibangun. Tampaknya, setiap individu akan dituntut peran sertanya dalam membangun negeri Indonesia.

Teringat salah satu pesan Abdullah Gymnastiar atau biasa dikenal dengan nama AA Gym dalam kesempatannya berdakwah pernah menuturkan kepada umat, ketika berbuat baik maka ingatlah 3M, yakni mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil dan mulai dari sekarang. Selamat merayakan Idul Adha bagi umat Muslim di seluruh dunia. Jadikan semangat berqurban terus ada dalam diri setiap individu untuk selalu berbuat lebih baik dari sebelumnya. (DKA)

Audit Internal, Sarana Instropeksi Diri untuk Perbaikan


Audit internal adalah salah satu upaya pemenuhan persyaratan dalam sistem yang diterapkan di PT. Conbloc Infratecno (PT. CI). Kegiatan ini dilaksanakan minimal setahun sekali dan wajib dilakukan untuk assesment awal sebelum dilakukan audit eksternal. Sedikit khusus, pelaksanaan audit ditahun ini karena semua auditor yang bekerja telah mendapatkan lisensi dari IRCA (The International Register of Certificated Auditors) sehingga tidak diragukan lagi, hasil dari audit benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Penunjukan auditor sendiri dilakukan oleh Management Representative (MR) PT. Conbloc Infratecno, Bapak Nanang Prabowo melalui SK MR No. 01/MR/HO-CI/IX/2013. Di lingkungan kerja Head Office (HO) PT. Conbloc Infratecno terdapat 9 departemen yang diaudit antara lain, Dept. HRD, Dept. Marketing, Dept. GA, Dept. IT, Dept. FAT, Dept. Procurement, Dept. PPC, Dept. Equipment/AMU, Dept. QHSE dan lingkungan proyek ada satu proyek yang dijadikan pilot project yakni proyek Bandar Lampung Bypass (BLB). Telah menjadi sebuah kegiatan rutin dilingkungan kerja PT. CI bahwa kegiatan audit ini banyak memberi manfaat, selain sebagai alarm awal untuk kegiatan audit eksternal, juga memberikan semacam pompa semangat ke setiap karyawan untuk memperbaiki kinerja setiap tahunnya. Termasuk jajaran BOD (Board of Director) yang memberikan pesan saat acara pembukaan audit internal bahwa pelaksanaan sistem seperti bekerja sesuai prosedur harus menjadi habit bagi setiap karyawan. Dan harapan BOD kepada auditor agar pelaksanaan audit tahun ini berjalan fair dan tidak ada yang ditutup-tutupi walaupun auditor berasal dari karyawan PT. CI.

Sebelum pelaksanaan audit, panitia audit sebelumnya telah mengumpulkan beberapa orang untuk merencanakan pelaksanakan audit melalui rapat atau meeting pre audit. Rapat ini membahas pelaksanaan teknis audit baik di HO maupun di proyek, menyusun daftar pertanyaan yang terintegrasi. Pelaksanaan audit dibagi menjadi dua tahap yakni audit internal HO dan audit internal proyek. Untuk audit HO, dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 24-25 September 2013 dan audit proyek dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, tanggal 1-2 Oktober 2013. Auditor yang bekerja dalam audit ini antara lain Bapak Stephanus Hikmat (Lead Auditor), Bapak Muhammad Deny, Bapak Muhammad Gilang D.P. dan Bapak Danang Kurniawan Anggoro. Pembagian tugas kepada auditor juga dihindarkan dari latar belakang departemen masing-masing agar tidak mengaudit di departemennya sendiri. Adapun aspek yang diaudit meliputi ISO 9001 tentang mutu produk, ISO 14001 tentang lingkungan dan OHSAS 18001 tentang K3. Kesemua aspek ini masuk dalam daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya yang merupakan hasil kombinasi atau matrik dari semua klausul yang ada di ketiga sistem tersebut. (DKA)